Penulis berasumsi bahwa meningkatnya frekuensi tawuran sejalan dengan masifnya referensi yang berasal dari pop culture atau budaya populer di kalangan pelajar, populernya anime seperti “tokyo Revengers” serta film berjudul crows zero wajib masuk radar pengamatan seorang pengajar di sekolah, mengambil referensi juga diperlukan untuk memahami bagaimana budaya pop seperti Anime & Film tersebut bisa mempengaruhi fenomena tawuran dan klitikk, setidaknya di sekitaran penulis tinggal,
Sebagai bagian dari masyarakat, kita sepenuhnya menyadari bahwa tawuran adalah masalah yang kompleks dan untuk mengatasinya membutuhkan pendekatan multi-aspek, tapi guru & para pengajar khususnya, perlu setidaknya menyadari bahwa Glamorisasi atau glorifikasi tawuran dalam budaya pop menjadi faktor penting munculnya fenomena tawuran dewasa ini, Seperti disebutkan sebelumnya, banyak anak muda yang terpapar segala bentuk pop culture bertemakan tawuran dan geng, yang seringkali mengagungkan secara berlebihan tawuran, geng dan cerita-cerita di dalamnya, Banyaknya geng-geng baru beranggotakan siswa SMA & SMP membenarkan opini penulis, sebagian dari mereka melakukan Vandalisme membabi buta pada dinding-dinding dan bangunan di sekitar tempat tinggal penulis,yang bahkan tak enak dipandang mata (tak bernilai seni) mulai dari penulisan nama geng serta tulisan-tulisan dan simbol-simbol yang berasal dari tontonan-tontonan yang mengglorifikasi geng dan tawuran , referensi populer inilah yang kemudian memberikan kesan palsu tentang tawuran, sehingga terkesan seperti kegiatan yang seru dan mendebarkan. Laki Banget
Penting untuk memahami bagaimana budaya pop mempengaruhi tawuran, dan menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut dan mengurangi kekerasan yang terkait dengannya. Penting juga untuk mengatasi masalah tawuran dan mencari cara untuk mengurangi kekerasan yang terkait dengannya.