Dr. Teguh Endaryanto, S.P., M.Si. menambahkan bahwa produk yang baik perlu ditopang dengan pengelolaan usaha yang baik. Masyarakat perlu memahami biaya produksi, harga pokok produksi, penentuan harga jual, kemasan, segmentasi pasar, dan strategi pemasaran agar pengolahan tanaman obat benar-benar dapat memberikan tambahan pendapatan.
Pada simulasi usaha yang disampaikan kepada peserta, satu kali proses produksi wedang kunyit asam dapat menghasilkan sekitar 2,5 liter atau 10 botol berukuran 250 mililiter. Sementara itu, satu kilogram bubuk jamu dapat dikemas menjadi sekitar 40 sachet berukuran 25 gram. Angka tersebut merupakan simulasi awal yang perlu disesuaikan dengan harga bahan baku, biaya kemasan, kondisi produksi, dan permintaan pasar setempat.
Kegiatan berlangsung secara partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik pengolahan. Para peserta turut mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha herbal, mulai dari ketidakseragaman mutu bahan, teknik pengeringan, daya simpan, pengemasan, perhitungan harga jual, hingga pemasaran produk.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung berharap masyarakat Desa Rejomulyo mampu menerapkan pengolahan tanaman obat yang lebih higienis dan terstandar. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diterapkan dalam produksi sehari-hari dan dikembangkan menjadi usaha bersama berbasis potensi lokal.
Program ini sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Universitas Lampung hadir mendampingi masyarakat dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan peningkatan kualitas produk dan pengembangan ekonomi desa.
Ke depan, pengembangan produk herbal Desa Rejomulyo memerlukan pendampingan lanjutan, terutama dalam penyempurnaan formulasi, penyusunan standar operasional produksi, desain kemasan, perhitungan usaha, pengurusan perizinan dan sertifikasi, penguatan kelembagaan kelompok, serta perluasan pemasaran. Dengan pendampingan berkelanjutan, produk herbal berbasis potensi lokal diharapkan berkembang menjadi produk unggulan Desa Rejomulyo yang aman, bermutu, dan berdaya saing.





















