Tim Pengabdian Masyarakat Unila Edukasi Masyarakat Rejomulyo Tentang Pengeringan Higienis Dan Pengembangan Usaha Tanaman Obat

0
13

Rejomulyo, 30 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institusi Universitas Lampung melaksanakan kegiatan bertajuk “Penerapan dan Edukasi Pengeringan Higienis untuk Retensi Senyawa Aktif Tanaman Obat Desa Rejomulyo Sesuai Standar Mutu Industri Kafe” pada 29–30 Agustus 2026 di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Tim pengabdian Universitas Lampung terdiri atas:

1. Dr. Agung Abadi Kiswandono, M.Sc. — Ketua Tim;
2. Dr. Teguh Endaryanto, S.P., M.Si. — Anggota;
3. Dr. Rinawati, S.Si., M.Si. — Anggota; dan
4. Wayan Gracias, S.Pd., M.Sc. — Anggota.

Kegiatan yang melibatkan UPA Laboratorium Terpadu FMIPA Universitas Lampung tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Rejomulyo, Hartono, S.T. Dalam sambutannya, Hartono menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim Universitas Lampung dan pelaksanaan program yang mengangkat potensi tanaman obat serta peningkatan keterampilan masyarakat desa.

Baca Juga  NASA Mengumumkan Fenomena Gerhana Matahari 'Cincin Api' pada Oktober 2023

Hartono berharap pengetahuan dan teknologi yang diperkenalkan melalui kegiatan ini dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan pelaku usaha desa, untuk meningkatkan mutu serta nilai ekonomi produk berbahan tanaman obat.

Kegiatan diikuti oleh masyarakat Desa Rejomulyo, terutama kelompok perempuan dan pelaku usaha pengolahan tanaman obat. Program diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk herbal yang higienis, aman, berkualitas, tahan simpan, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Desa Rejomulyo memiliki potensi tanaman obat keluarga, antara lain jahe, kunyit, temulawak, asam, serai, dan pandan. Selama ini, komoditas tersebut umumnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau diolah secara sederhana. Padahal, melalui penerapan teknologi pengolahan yang tepat, tanaman obat tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti serbuk herbal siap seduh dan minuman herbal siap konsumsi.