Erwinda juga mengingatkan para pengurus agar tidak kehilangan kerinduan untuk berdakwah. Menurutnya, kebermanfaatan kepada sesama merupakan salah satu ukuran penting dalam memaknai kehidupan.
“Yang seharusnya kita khawatirkan adalah ketika kita tidak lagi memiliki kerinduan kepada dakwah. Sebaik-baiknya hidup adalah hidup yang memberikan manfaat dan kebaikan. Ketika seseorang merasa malas dalam berdakwah, bisa jadi ia belum memahami hakikat dakwah yang sebenarnya,” katanya.
Selain sesi penguatan kepemimpinan dan dakwah, Rakorwil dan PKPS 2 juga membahas sejumlah agenda strategis organisasi. Materi dan diskusi mencakup kebijakan positioning Salimah, sosialisasi Rakernas, tata kelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), sosialisasi program kerja Salimah tahun 2026, serta diskusi kedaerahan.
Rangkaian agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi para pengurus untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun keselarasan antara kebijakan organisasi dengan kebutuhan di tingkat daerah.
Melalui pelaksanaan Rakorwil dan PKPS 2, Salimah Bandar Lampung meneguhkan komitmen untuk membangun struktur organisasi yang semakin solid, kepemimpinan yang semakin kuat, serta program kerja yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.



















