Kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi penegak hukum untuk tidak sembarangan dalam menentukan pasal yang dikenakan pada suatu perkara. Kejadian ini menyoroti pentingnya kesesuaian antara pasal yang digunakan dengan fakta dan bukti yang ada dalam kasus tersebut. Hal ini memperkuat harapan bahwa penegakan hukum di Indonesia akan lebih berlandaskan pada prinsip keadilan dan profesionalitas.
Dalam konteks ini, Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kejaksaan Negeri Bandarlampung telah menunjukkan tanggung jawab mereka dalam menangani kasus Wawan Kurniawan. Keputusan mereka untuk tidak menahan Wawan seiring dengan perubahan dakwaan yang didasarkan pada analisis yang lebih seksama merupakan bukti dari proses hukum yang bertanggung jawab dan tidak memihak.
Masyarakat berharap agar kasus ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia. Diharapkan agar keadilan dan profesionalitas tetap menjadi pijakan utama dalam menangani kasus-kasus hukum di masa depan.