Indonesia tidak berada di luar pusaran ini. Sebagai negara besar dengan posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik, Indonesia berada di jalur persilangan kepentingan global. Ketahanan ekonomi nasional karenanya menjadi prasyarat penting bagi kemandirian politik luar negeri. Tanpa fondasi ekonomi yang kuat, prinsip bebas aktif akan sulit dijalankan secara konsisten.
Indonesia: Kaya Sumber Daya, Terbatas Instrumen Strategis
Indonesia memiliki cadangan emas alam yang besar, tetapi cadangan emas moneter yang dimiliki negara masih relatif kecil. Paradoks ini menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan emas sebagai instrumen strategis negara. Padahal, dalam konteks geopolitik global yang semakin keras, cadangan emas bukan hanya soal stabilitas moneter, tetapi juga soal daya tawar dan kredibilitas nasional.
Dalam perspektif ketahanan nasional, kedaulatan ekonomi adalah bagian integral dari ketahanan negara. Negara yang lemah dalam instrumen ekonominya akan mudah terpengaruh oleh tekanan global, baik melalui fluktuasi pasar, sanksi ekonomi, maupun tekanan politik terselubung. Karena itu, penguatan cadangan emas nasional perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi besar ketahanan nasional Indonesia.
Lampung, Selat Sunda, dan Dimensi Geopolitik Wilayah
Analisis geopolitik tidak berhenti di tingkat global. Ia selalu berujung pada ruang geografis konkret. Provinsi Lampung memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di mulut Selat Sunda—salah satu choke point penting yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Jawa. Jalur ini bukan hanya jalur ekonomi, tetapi juga jalur strategis pertahanan dan keamanan. Selat Sunda menjadi bagian dari arsitektur logistik nasional dan regional. Pelabuhan Panjang dan Bakauheni memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, energi, dan mobilitas ekonomi antara Sumatra dan Jawa. Dalam situasi krisis global, gangguan pada jalur-jalur strategis seperti ini dapat berdampak sistemik terhadap stabilitas nasional. Stabilitas moneter dan ketahanan ekonomi nasional memiliki korelasi langsung dengan stabilitas wilayah strategis seperti Lampung. Ketika nilai rupiah tertekan dan ekonomi nasional terguncang, daerah-daerah simpul logistik akan menjadi titik sensitif. Karena itu, penguatan instrumen ekonomi nasional—termasuk cadangan emas—tidak bisa dilepaskan dari kepentingan wilayah strategis.
Arah Strategi yang Perlu Ditempuh






















