Sidoarjo, 12 September 2026 — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Dr. Reni Astuti, melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Relawan Sosial Pendidikan Kabupaten Sidoarjo di Koperasi Delta Makmur, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pengawasan kebijakan publik.
Dalam paparannya, Reni Astuti menyampaikan pentingnya seluruh masyarakat mengenal dan memahami Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. MPR RI menempatkan sosialisasi nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Reni, nilai-nilai Empat Pilar tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, semakin kuat pula persatuan yang menjadi modal penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
“Empat Pilar harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI bukan sekadar pengetahuan, tetapi harus menjadi nilai yang kita praktikkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Reni.
Reni menegaskan bahwa masyarakat merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa. Dalam sistem demokrasi Indonesia, kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai sistem politik dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.
“Masyarakat bukan hanya penerima kebijakan, tetapi juga memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. Karena itu, pemahaman terhadap sistem politik menjadi penting agar masyarakat dapat menjalankan perannya secara aktif dan bertanggung jawab,” katanya.
Ia menilai partisipasi masyarakat dapat diwujudkan melalui penyampaian aspirasi, kritik, saran, maupun masukan terhadap berbagai program pemerintah. Dengan partisipasi tersebut, kebijakan publik diharapkan dapat semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Reni juga memberikan perhatian khusus terhadap peran Relawan Sosial Pendidikan dalam membantu masyarakat mengakses berbagai program pemerintah di bidang sosial dan pendidikan.
Ia menyebut sejumlah program yang dapat dimanfaatkan masyarakat, antara lain **KIP Kuliah, Program Indonesia Pintar, revitalisasi sekolah, bantuan sosial, serta berbagai program sosial dan pendidikan lainnya**.
“Relawan Sosial Pendidikan harus bisa menjadi garda terdepan untuk membantu masyarakat mendapatkan hak dan mengakses program-program pemerintah. Tidak semua masyarakat memiliki informasi dan kemampuan yang sama untuk mengakses program tersebut,” jelasnya.
Menurut Reni, kehadiran relawan di tengah masyarakat dapat menjadi jembatan informasi sekaligus membantu masyarakat memahami prosedur dan persyaratan program yang tersedia.
Ia menegaskan bahwa setiap anak bangsa harus mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Begitu pula masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial perlu mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan program pemerintah.
“Generasi anak bangsa harus bisa mendapatkan hak pendidikan mereka. Masyarakat yang membutuhkan juga harus mendapatkan dukungan sosial dari pemerintah agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tuturnya.
Reni juga menekankan pentingnya pemerintah menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin dalam mengimplementasikan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pada saat yang sama, masyarakat memiliki peran untuk aktif mengawal pelaksanaan berbagai program tersebut.
“Pemerintah harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin dalam mengimplementasikan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat. Tetapi masyarakat juga harus aktif memberikan kritik, saran, dan masukan terhadap program yang ada,” ujarnya.
Sebagai Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Dapil Jawa Timur I, Reni menyampaikan komitmennya untuk terus bersama masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan berbagai program pemerintah pusat.
“Saya, Dr. Reni Astuti, sebagai Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Dapil Jawa Timur I, berkomitmen untuk terus membersamai masyarakat dalam mengawasi program-program pemerintah pusat. Harapannya, program-program tersebut semakin memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Reni mengajak para relawan dan seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Empat Pilar melalui aksi nyata. Menurutnya, pembangunan bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, relawan, dan berbagai elemen bangsa.
“Kolaborasi semua pihak akan mempercepat cita-cita negara untuk menghadirkan kemakmuran bagi bangsa Indonesia. Mari kita bergerak bersama, saling menguatkan, dan memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reni juga mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia untuk secara proaktif mengampanyekan serta menyebarluaskan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan harus menjadi gerakan bersama agar persatuan Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman dan berbagai tantangan zaman.






















