LAMPUNG TIMUR, 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung (Unila) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pemanfaatan daun lada menjadi bahan tambahan sabun cair antibakteri di Desa Labuhan Ratu IV, Kabupaten Lampung Timur.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama melalui Inovasi Sabun Cair Antibakteri Berbasis Ekstrak Daun Lada” tersebut mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan diarahkan tidak hanya untuk memperkenalkan teknologi pengolahan bahan alam, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unila diketuai oleh Dr. Rinawati, S.Si., M.Si. dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung, dengan anggota Dr. Agung Abadi Kiswandono, M.Sc., Dr. Nurhasanah, M.Si., Gina Dania Pratami, S.Si., M.Si., dan Dr. Jamiatul Akmal, S.T., M.T.
Kegiatan diikuti kelompok perempuan dan masyarakat setempat. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai potensi daun lada, tetapi juga mempraktikkan secara langsung pembuatan sabun cair serta memahami bagaimana ekstrak daun lada dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan yang memiliki potensi antibakteri.
Daun Lada Tidak Hanya Menjadi Limbah
Salah satu pesan utama kegiatan adalah bahwa daun lada, termasuk daun sisa panen atau pemangkasan, masih mempunyai potensi untuk dimanfaatkan.
Materi yang disampaikan tim menjelaskan bahwa daun lada (Piper nigrum L.) mengandung sejumlah metabolit sekunder, antara lain alkaloid/piperin, flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut memiliki berbagai bioaktivitas, termasuk potensi antimikroba.
Dalam konteks antibakteri, materi tim menjelaskan potensi piperin, saponin, tanin, dan flavonoid dalam mengganggu struktur atau proses biologis sel mikroba. Materi juga mencatat aktivitas terhadap beberapa bakteri yang telah dikaji, termasuk Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
Dengan demikian, daun lada yang selama ini belum menjadi produk utama dapat dilihat dari perspektif berbeda, yaitu sebagai sumber bahan alam yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Ekstraksi Daun Lada dengan Teknologi MAE
Tim juga memperkenalkan proses memperoleh ekstrak dari daun lada kering menggunakan pendekatan Microwave-Assisted Extraction (MAE).





















