Dalam salah satu sesi, Erwinda menjelaskan bahwa PKPS 2 merupakan kelanjutan dari PKPS 1 dan memiliki posisi yang sama pentingnya dalam proses pembinaan kepemimpinan pengurus. Ia juga menyoroti adanya perbedaan dinamika pelaksanaan PKPS 2 di setiap wilayah. Kondisi geografis menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan. Di sejumlah wilayah kabupaten, misalnya, jarak antardesa yang cukup jauh membuat pelaksanaan kegiatan pada malam hari tidak selalu memungkinkan.
“Dinamisasi pelaksanaan PKPS 2 di setiap wilayah berbeda. Ada wilayah yang kondisi geografisnya membuat pelaksanaan kegiatan harus menyesuaikan dengan jarak dan waktu. Ini menjadi bagian dari dinamika yang perlu kita sikapi dengan bijak,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Erwinda juga menguatkan kembali makna dakwah sebagai bagian penting dari kehidupan seorang pengurus Salimah. Menurutnya, dakwah tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai jalan untuk menghadirkan kebaikan dan kebermanfaatan yang lebih luas. “Dakwah bikin hidup lebih hidup,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa sebagian orang terkadang memandang dakwah sebagai sesuatu yang berat sehingga lebih memilih memprioritaskan urusan pekerjaan, mencari nafkah, atau aktivitas duniawi lainnya. Padahal, dakwah memiliki dimensi kebermanfaatan yang melampaui kepentingan pribadi.
Merujuk pada QS. Fussilat ayat 33, Erwinda menegaskan bahwa menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan merupakan bagian dari jalan menuju kemuliaan. “Dakwah bukan sekadar untuk diri sendiri. Yang penting adalah bagaimana dakwah itu bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Justru dakwah merupakan salah satu jalan untuk mencari kemuliaan di sisi Allah,” tuturnya.



















