Kasus ini mencuat karena penggunaan mobil dinas untuk kepentingan politik menimbulkan pertanyaan mengenai netralitas dan etika dalam pelayanan publik. Sebagai alat yang dibiayai oleh dana publik, diharapkan mobil dinas digunakan sesuai dengan tujuan dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Melihat kejadian ini, sejumlah pihak mengharapkan agar Pemerintah Kota Bandar Lampung segera melakukan investigasi dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku jika terbukti melanggar aturan. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas pemerintah dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan mobil dinas. Diperlukan kebijakan yang jelas dan pengawasan yang ketat agar fasilitas publik tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik ataupun pribadi.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjadi pengawas aktif terhadap kinerja pemerintah daerah dan melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pemerintah dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan publik.
Hingga saat ini, peristiwa penggunaan mobil dinas untuk memasang bendera Partai NasDem tetap menjadi sorotan dan menunggu tindak lanjut resmi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait peristiwa ini.