Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Mobil Dinas Pemerintah Kota Bandar Lampung Digunakan untuk Memasang Bendera Partai NasDem

Tangkapan Layar Video Viral

Bandar Lampung, Wawaimedia – Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan mobil crane milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung digunakan untuk memasang bendera Partai NasDem. Mobil tersebut biasanya digunakan untuk perawatan pohon dan pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

Dalam video yang diunggah oleh detikSumut pada Selasa (9/5/2023), terlihat seorang pria berada di atas mobil crane sedang memasang bendera Partai NasDem di salah satu tiang yang berada di pembatas Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung.

Seorang pengendara sepeda motor yang melintas merekam aksi tersebut dan memberikan teguran kepada pekerja yang tengah melakukan pemasangan bendera. “Mobil pasang bendera partai, mobil pemerintah pasang bendera partai. Liat tuh mobil pemerintah pasang bendera partai,” ucap pengendara tersebut sambil merekam kejadian.

Pengendara tersebut kemudian menghentikan kendaraannya dan kembali memberikan teguran kepada pekerja yang terus memasang bendera. “Woi, ini mobil pemerintah, mobil rakyat ini, kenapa dipakai pasang bendera partai,” tegurnya.

Dalam rekaman tersebut juga terlihat jelas logo Pemerintah Kota Bandar Lampung yang terpampang di sisi depan mobil dan pintu kanan mobil tersebut.

Setelah selesai memasang bendera, mobil tersebut pergi meninggalkan lokasi dengan meninggalkan perekam yang masih mengomentari tindakan tersebut.

Sekretaris Daerah Pemkot Bandar Lampung, Khaidarmansyah memberikan respons yang nyeleneh ketika dikonfirmasi mengenai video mobil dinas PU yang digunakan untuk memasang bendera Partai NasDem. “Maaf dinas siapa ya. Kalau mobil dinas Ketua DPRD kira-kita gimana tu,” ujarnya dalam pesan singkat.

Ketika dihubungi, Khaidarmansyah juga memberikan tanggapan singkat. “Sebentar-sebentar saya masih ada tamu,” katanya.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai penggunaan mobil dinas untuk kepentingan politik partai tertentu. Sebagai pelayan publik, diharapkan bahwa penggunaan mobil dinas harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai peristiwa ini dan apakah tindakan tersebut merupakan pelanggaran atau tidak. Kejadian ini tetap menjadi perhatian masyarakat terkait etika penggunaan fasilitas publik oleh pihak yang berwenang.

Pemerintah Kota Bandar Lampung diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci terkait kejadian ini dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi potensi pelanggaran etika dalam penggunaan mobil dinas.

Dilansir dari DetikSumut telah mencoba menghubungi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Kasus ini mencuat karena penggunaan mobil dinas untuk kepentingan politik menimbulkan pertanyaan mengenai netralitas dan etika dalam pelayanan publik. Sebagai alat yang dibiayai oleh dana publik, diharapkan mobil dinas digunakan sesuai dengan tujuan dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

Melihat kejadian ini, sejumlah pihak mengharapkan agar Pemerintah Kota Bandar Lampung segera melakukan investigasi dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelaku jika terbukti melanggar aturan. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kredibilitas pemerintah dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah lainnya untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan mobil dinas. Diperlukan kebijakan yang jelas dan pengawasan yang ketat agar fasilitas publik tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik ataupun pribadi.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap menjadi pengawas aktif terhadap kinerja pemerintah daerah dan melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pemerintah dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam pelayanan publik.

Hingga saat ini, peristiwa penggunaan mobil dinas untuk memasang bendera Partai NasDem tetap menjadi sorotan dan menunggu tindak lanjut resmi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait peristiwa ini.

Exit mobile version