Rasmus sempat berdalih bahwa aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk kecaman terhadap Erdogan yang sedang berupaya mengganggu kebebasan berekspresi di Swedia.
Namun, Tobias Billstrom Menteri Luar Negeri Swedia justru menentang provokasi terkait Islamofobia dan menilai aksi tersebut sebagai hal yang sangat mengerikan.
“Swedia memiliki kebebasan berekspresi yang luas, tetapi itu tidak berarti bahwa Pemerintah Swedia, atau saya sendiri, mendukung pendapat yang diungkapkan,” tulis Billstrom di akun Twitter pribadinya.
Indonesia juga merasa bahwa kebebasan berekspresi seharusnya bisa dilakukan dengan penuh tanggung jawab tanpa menyinggung pihak-pihak tertentu.
“Kebebasan ekspresi harus dilakukan secara bertanggung jawab,” tutup @Kemlu_RI.