Emas, Geopolitik Global, dan Posisi Strategis Indonesia di Selat Sunda

0
21

Pertama, Indonesia perlu meningkatkan cadangan emas nasional secara bertahap dan konsisten sebagai bagian dari adaptasi terhadap perubahan geopolitik global. Langkah ini bukan reaksi sesaat, melainkan investasi strategis jangka panjang.

Kedua, integrasi kebijakan emas dengan hilirisasi sumber daya alam harus diperkuat. Emas hasil tambang nasional perlu dikelola tidak hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai cadangan strategis negara.

Ketiga, penguatan koordinasi pusat dan daerah, terutama di wilayah strategis seperti Lampung,
menjadi keharusan. Ketahanan nasional selalu dibangun dari daerah-daerah yang stabil, kuat, dan terintegrasi dalam kebijakan nasional.

Keempat, menempatkan Selat Sunda sebagai bagian dari kalkulasi geopolitik dan ekonomi nasional. Jalur ini harus dipahami bukan hanya sebagai ruang ekonomi, tetapi juga sebagai aset strategis negara dalam menghadapi dinamika global.

Baca Juga  Menghidupkan Masjid dengan Ilmu: Ikhtiar Memperbaiki Thaharah dan Shalat Umat

Sebagai Tenaga Ahli Komisi I DPRD Provinsi Lampung, saya memandang bahwa isu emas, geopolitik, dan wilayah strategis tidak dapat dipisahkan. Dalam dunia yang semakin tidak pasti, Indonesia tidak cukup hanya kaya sumber daya. Indonesia harus mampu mengonversi kekayaan itu menjadi kekuatan strategis.

Emas hari ini adalah simbol kepercayaan dan alat tawar geopolitik. Lampung, dengan posisinya di Selat Sunda, adalah bagian penting dari denyut strategis tersebut. Ketika Indonesia mampu menyatukan kebijakan ekonomi, geopolitik, dan wilayah strategis, di situlah kedaulatan ekonomi benar-benar menemukan maknanya.

Bandar Lampung, 22 Januari 2026