Ukhuwah Islamiyah: Syarat Awal Membangun Peradaban

0
6

Sikap seperti ini tentu sangat berbahaya. Selain menimbulkan perpecahan di tengah umat, ia juga bertentangan dengan semangat ukhuwah yang diajarkan dalam Islam. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berhati-hati dalam menilai orang lain, karena kesalahan dalam menghakimi bisa berakibat sangat besar.

Perselisihan dalam pemahaman agama memang tidak bisa dihindari, karena perbedaan cara memahami teks agama telah ada sejak masa para ulama terdahulu. Namun perbedaan itu seharusnya menjadi ruang dialog dan saling belajar, bukan menjadi alasan untuk saling menyingkirkan.

Merawat Ukhuwah sebagai Tanggung Jawab Bersama
Di tengah dunia yang penuh dengan konflik dan perpecahan, nilai ukhuwah Islamiyah justru menjadi sangat penting untuk dihidupkan kembali. Persaudaraan harus diletakkan di atas kepentingan kelompok, organisasi, atau mazhab.

Baca Juga  JSIT Daerah Pringsewu dan Pesawaran Sukses Menyelenggarakan Pelatihan Guru Baru SIT 2023

Seorang muslim yang memahami ukhuwah tidak akan mudah mencela saudaranya, apalagi merendahkan keyakinan orang lain. Ia akan lebih memilih memperbaiki diri, menebarkan kebaikan, serta membangun hubungan yang penuh dengan kasih sayang.

Pada akhirnya, kekuatan umat Islam tidak terletak pada banyaknya kelompok atau kerasnya perdebatan, tetapi pada kemampuan untuk menjaga persaudaraan. Ketika ukhuwah dijaga dengan baik, perbedaan tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekayaan yang memperkaya kehidupan umat.

Ukhuwah Islamiyah adalah jembatan yang menyatukan hati. Tanpa ukhuwah, umat akan mudah terpecah. Tetapi dengan ukhuwah yang kuat, umat Islam akan mampu berdiri bersama menghadapi berbagai tantangan zaman.

Oleh: Farizal, SEI., ME
(Pengurus Dewan Dakwah Lampung)