Menurutnya, Rusia dapat membayar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun yang diminta untuk keanggotaan tetap.
Dana itu berasal dari aset Rusia yang dibekukan di bawah pemerintahan AS sebelumnya.
Dia menambahkan, aset-aset tersebut juga dapat digunakan untuk membangun kembali wilayah-wilayah yang rusak akibat permusuhan, setelah tercapainya perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina.
Undangan dikirim ke puluhan pemimpin dunia dengan permintaan dana sebesar 1 miliar dollar AS untuk mendapatkan kursi tetap di dewan tersebut.





















