Menurutnya, amanat konstitusi tersebut menegaskan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga harus membentuk iman, takwa, dan akhlak mulia. Oleh karena itu, peran guru ngaji, guru madrasah, dan tokoh agama sangat penting sebagai bagian dari upaya membangun karakter bangsa.
“Bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Empat Pilar kebangsaan kita.
Dengan pendidikan yang berlandaskan iman dan akhlak, kita berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter, serta cinta tanah air,” ujar Dr. Almuzzammil Yusuf.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pentingnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan bermasyarakat.





















