Sengkarut Lahan dan Kemiskinan Intai Petani Kopi Lampung, Doktor Baru Unila Desak Reformasi Hulu untuk Keberlanjutan Industri

0
41

Riset Dr. Suprihatin Ali menemukan adanya fenomena trust paradox (paradoks kepercayaan). Ikatan emosional dan ketergantungan modal yang sangat kuat antara petani kopi dengan pengepul tradisional (tengkulak) justru berdampak negatif secara struktural. Hubungan ini mengunci petani dalam
posisi tawar yang lemah, di mana tengkulak menguasai penentuan harga tanpa memberikan insentif atau bonus harga premium (no price premium) bagi kopi yang dipanen secara ramah lingkungan. Padahal, tantangan global saat ini semakin mendesak dengan diberlakukannya aturan ketat seperti regulasi Uni Eropa Anti-Deforestasi (EUDR). Petani kopi Lampung terancam terdepak dari pasar dunia
karena tidak mampu membiayai sertifikasi ramah lingkungan yang mahal secara mandiri, sementara sistem pasar lokal sama sekali tidak mendukung peningkatan pendapatan mereka.

Baca Juga  Pemkot Bandarlampung anjurkan ASN Buka Bersama dengan Masyarakat Pra Sejahtera

PETANI LAMPUNG PEMBELAJAR PRAGMATIS: BUTUH BUKTI NYATA, BUKAN TEORI

Temuan penting lainnya dari riset ini mematahkan stigma keliru yang sering menganggap petani lokal keras kepala atau enggan menjaga lingkungan hutan. Dr. Suprihatin membuktikan bahwa petani
kopi Lampung adalah pembelajar yang sangat rasional dan pragmatis (pragmatic learners). Dalam analisis datanya, faktor Pembelajaran Observasional (melihat bukti keberhasilan secara langsung) memiliki pengaruh paling dominan dalam mengubah perilaku bertani.
Petani kita menghadapi risiko perut lapar setiap hari. Mereka tidak akan mengubah kebiasaan bertaninya hanya karena diberikan selebaran brosur atau diundang ke acara sosialisasi formal di hotel. Mereka butuh melihat pembuktian nyata (seeing is believing). Begitu ada kebun percontohan (demplot) di desa mereka yang terbukti menghasilkan panen melimpah tanpa
merusak hutan, mereka akan langsung menirunya secara sukarela,” jelasnya.

Baca Juga  PAN DAN PKS SESALKAN UCAPAN PAROSIL , ADE UTAMI : SAYA SEDIH!! AKAN NARASI PERPECAHAN

REKOMENDASI KEBIJAKAN UNTUK KEBERLANJUTAN HULU-HILIR

Riset lintas disiplin ini merekomendasikan intervensi tegas dari Pemerintah Provinsi Lampung dan para pemangku kepentingan guna menyelamatkan industri kopi daerah: Penyelesaian Sengkarut Lahan: Pemerintah harus hadir memberikan kepastian hak tenurial dan legalitas pemanfaatan lahan yang berkeadilan, agar petani memiliki rasa aman untuk berinvestasi pada praktik pertanian berkelanjutan jangka panjang.