“Hari ini kami dari NU dan beliau-beliau dari PKS ini bertemu dalam rangka agar kita semua bisa terus berada di tengah, menjaga keseimbangan komitmen keislaman dan kebangsaan demi persatuan dan kejayaan NKRI,” tegasnya.
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, merasa sangat bersyukur bisa berkunjung ke Pondok Pesantren Sabilur Rosyad dan berinteraksi dengan Kiai Marzuqi. Ia juga merasa terhormat karena diberikan kesempatan untuk ngaji kitab dan shalat Jumat berjamaah bersama Kiai Marzuqi dan para santri pondok pesantren.
“Alhamdulillah, beliau juga memperkenankan kitab yang tadi dipelajari untuk dicetak dan disebarluaskan oleh Partai Keadilan Sejahtera. InsyaaAllah, kita akan menyebarluaskan kitab ini untuk edukasi masyarakat, karena pentingnya wasathiyah,” ungkap Syaikhu.
Pada akhir pertemuan, Ahmad Syaikhu juga memberikan buah tangan kepada Ketua PWNU berupa buku berjudul “Riayah Indonesia,” yang membahas tentang perjuangan politik untuk menjaga Indonesia.