Turut hadir dalam agenda ini Ketua Tim Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia BP2MI, Dani Resmara. Dani dalam sambutannya menyatakan bahwa pemilihan Lampung sebagai salah satu wilayah pemberdayaan buruh migran Muhammadiyah adalah langkah yang tepat.
“Lampung adalah provinsi ke 5 terbesar pengirim pekerja migran, dengan begitu diperlukan usaha lebih dalam menjamin kesejahteraan serta keselamatan mereka,” terang Dani.
Dani juga berharap tetap bisa berkolaborasi dalam usaha pemberdayaan pekerja migran, termasuk keluarga mereka dari berbagai aspek kehidupan.
“Maka langkah Muhammadiyah melalui berbagai macam program, termasuk Desa Migran Berkemajuan di Desa Kalirejo yang juga merupakan binaan BP2MI ini menjadi langkah baik dalam upaya menyentuh aspek kesejahteraan pekerja migran secara menyeluruh,” tutup Dani.