Klinik Pratama Ar-Raudah Medika Dituding Kelalaian, Nyawa Pasien Nyaris Terancam

0
249

Jarwati, ibu dari pasien La, menyatakan bahwa selama pasien berada di klinik dari malam hari hingga pagi keesokan harinya, tidak ada pantauan atau tindakan yang diambil oleh pihak klinik. Situasi semakin memburuk ketika pasien mengalami pendarahan dan pecah ketuban di pagi hari, tetapi pihak klinik masih tidak memberikan tindakan medis.

Dokter yang akhirnya memeriksa pasien, yakni dr. Wita, dari klinik tersebut kemudian membuat surat rujukan ke rumah sakit terdekat. Namun, keluarga pasien merasa heran karena saat merujuk pasien, klinik tidak menggunakan mobil ambulans meskipun pasien memiliki asuransi BPJS Kesehatan yang seharusnya mencakup biaya transportasi dengan ambulans.