Dalam pemaparannya, Dr. Almuzzammil Yusuf menegaskan bahwa guru ngaji memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang sejalan dengan nilai kebangsaan menjadi kunci terciptanya masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban.
“Kegiatan pembelajaran Al-Qur’an untuk lansia bukan hanya membangun ketakwaan personal, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan yang menyejukkan dan mempersatukan,” ujarnya.
Kegiatan ini diketuai oleh Ustadz Suseno Setio Budi selaku ketua pelaksana. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi 4 Pilar sangat relevan bagi para guru ngaji yang berinteraksi langsung dengan masyarakat akar rumput, khususnya kalangan lansia.






















