Reni Astuti Ajak Kader PKS Perkuat Edukasi Politik Melalui Nilai Empat Pilar Kebangsaan

0
4

Surabaya — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Timur 1 (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, S.Si., M.PSDM., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Struktur DPW PKS Jawa Timur pada Minggu (8/2) pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara melalui penguatan peran kader dan struktur partai politik.

Dalam kesempatan tersebut, Reni Astuti menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat perlu mengenal dan memahami empat pilar kebangsaan Negara Republik Indonesia, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, empat pilar kebangsaan tersebut bukan hanya menjadi konsep dasar dalam sistem ketatanegaraan, tetapi juga harus diwujudkan dalam nilai dan perilaku kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga  Terkumpul Rp 34,6 Juta! SMP Al Kautsar Gandeng Laznas Dewan Da’wah Kirim Bantuan Besar untuk Korban Bencana Sumatera!

“Empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI penting untuk terus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kuat pemahaman masyarakat terhadap pilar bangsa, maka persatuan akan tercipta dan cita-cita bangsa dapat semakin cepat terwujud,” ujar Reni.

Dalam forum yang dihadiri para pengurus DPW PKS Jawa Timur tersebut, Reni juga menekankan bahwa partai politik memiliki peran strategis dalam membangun literasi politik masyarakat.

Ia menilai partai politik tidak boleh hanya hadir sebagai simbol demokrasi yang muncul saat momentum pemilihan umum, tetapi harus menjadi instrumen fungsional yang secara konsisten memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Peran partai politik sangat besar dalam hal edukasi politik kepada masyarakat. Partai politik tidak boleh hanya menjadi instrumen simbolis dalam demokrasi yang muncul saat pemilihan umum, tetapi harus menjadi instrumen fungsional yang memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Pria di tanggamus Tewas Tertimpa Kayu yang dibawa saat pulang dari kebun

Reni menambahkan bahwa penguatan edukasi politik sangat penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik politik yang tidak sehat.

“Dengan pendidikan politik yang baik, masyarakat tidak akan mudah terjebak dalam praktik politik yang kotor dan manipulatif. Sebaliknya, masyarakat akan semakin sadar untuk memilih dan berpartisipasi dalam demokrasi secara bermartabat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Reni juga mengajak seluruh generasi bangsa untuk secara aktif mengkampanyekan dan menyebarluaskan nilai-nilai penting dari empat pilar kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, upaya menjaga dan merawat nilai kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk generasi muda, tokoh masyarakat, serta organisasi sosial dan politik.

“Seluruh generasi bangsa Indonesia harus proaktif mengkampanyekan nilai-nilai penting dari empat pilar kebangsaan. Dengan begitu, semangat persatuan dan kebangsaan akan terus terjaga di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.