Hal ini dapat melibatkan pemberian pendidikan dan dukungan kepada mereka yang terlibat dalam tawuran, peran orang tua dan guru sangatlah penting untuk menyaring segala jenis input dan referensi anak untuk mengurangi pengagungan atau glorifikasi bahkan glamorisasi tawuran melalui budaya populer, mengembalikan nilai-nilai ketuhanan pada pelajar sejak dini melalui agama juga tak bisa disepelekan, peran orang dewasa dirasa perlu untuk memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam tawuran dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka dan bahwa mereka menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka, terlebih lagi, idealnya pemerintah juga dapat membuat regulasi terkait “produk dagang” asing yang bersifat hiburan, apalagi sebuah karya seringkali dijadikan sebagai suatu media untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan perasaan sang seniman kepada para penikmatnya.