Usaha lain untuk mengabadikan lukisan prasejarah ini adalah dengan teknologi.
Melalui Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK), pemerintah gencar melakukan pemantauan suhu dan laju kerusakan untuk mencari tahu faktor utama penyebab kerusakan.
Berkolaborasi dengan Google, BPK juga mengabadikan situs Gua Metanduno dalam 360 virtual tour.
“Warga dunia tidak perlu datang langsung ke situs yang sulit diakses, mereka bisa melihatnya dari ponsel,” kata Adhi Agus.






















