Metro — Dewan Da’wah Kota Metro menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) periode 2026–2030 pada Ahad (24/5/2026) di Kota Metro dengan mengusung tema “Harmoni Dakwah, Sinergi Ukhuwah untuk Kota Metro Maju.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyusun arah program kerja organisasi selama lima tahun ke depan sekaligus memperkuat sinergi dakwah bersama pemerintah dan berbagai mitra umat.
Rakerda tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Pemerintah Kecamatan Metro Selatan, MUI Kota Metro, RS Islam Metro, Yayasan Al Muhsin Metro, serta seluruh pengurus Dewan Da’wah Kota Metro.
Ketua Dewan Da’wah Kota Metro, Ust. Drs. H. Bujang Dani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja, tetapi juga sarana mempererat silaturahim antar pengurus dan mitra dakwah.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan pengurus Dewan Da’wah kabupaten/kota se-Lampung yang telah dilaksanakan pada Mei lalu. Kami bersyukur seluruh rangkaian mulai dari Musda, penyusunan kepengurusan hingga Rakerda dapat berjalan dengan baik sebagai anugerah yang sangat bernilai,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh bidang dan biro di lingkungan Dewan Da’wah Kota Metro akan menyusun program kerja yang terarah untuk lima tahun mendatang guna memperkuat peran dakwah di tengah masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Metro Selatan, Rohmat Atir Mulyono, MT., menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga dakwah dalam mendukung visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya religius.
Menurutnya, sinergi dapat diwujudkan melalui berbagai sektor strategis seperti pendidikan karakter, pelayanan kesehatan berkualitas, pengembangan pariwisata dan budaya, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga pelayanan publik yang cepat dan akuntabel.
“Pemerintah berharap Dewan Da’wah dapat berjalan seiring dengan pemerintah dalam membangun Kota Metro yang maju, cerdas, berkarakter, berbudaya, dan religius,” katanya.
Direktur RS Islam Metro dalam sambutannya juga menyatakan kesiapan rumah sakit untuk menjalin kerja sama dengan Dewan Da’wah Kota Metro, khususnya dalam menjaga nilai-nilai Islam dalam pelayanan dan operasional rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, KH. M. Yani Marjas menyampaikan sejarah berdirinya Dewan Da’wah yang didirikan pada 26 Februari 1967, kemudian disusul berdirinya Dewan Da’wah Lampung setahun setelahnya.
Ia menjelaskan bahwa Dewan Da’wah memiliki lima fungsi utama, yakni menjaga aqidah, menegakkan syariah, mempererat ukhuwah, menjaga keutuhan NKRI, dan menjalin solidaritas dunia Islam.
Selain itu, ia menyoroti berbagai lembaga pendidikan di Lampung yang lahir dari ikhtiar dakwah, seperti Yayasan Diniyyah Putri, Yayasan Daarul Hikmah, Yayasan Al Muhsin, Yayasan Ibnu Rusyd, dan Yayasan Thuma’ninah Yasin sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu dakwah di Provinsi Lampung.
KH. M. Yani Marjas berharap Rakerda Dewan Da’wah Kota Metro dapat menghasilkan program-program yang berdampak luas bagi umat dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan dakwah di Kota Metro.























