Meitri mengajak warga untuk terus menghadiri pengajian, memperbanyak dzikir, dan memperkuat silaturahmi antarwarga sebagai cara menjaga ketahanan sosial.
“Masyarakat yang memiliki akhlak mulia adalah benteng dari risiko kerusakan moral. Bertutur santun, berbuat lurus, dan memiliki kepedulian sosial adalah ciri khas masyarakat Jawa yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang. Masyarakat yang beragama akan menjunjung tinggi adab, ketika adab berhasil dijunjung, Inshaa Allah ketahanan masyarakat akan terjaga, baik dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya,” imbuh Meitri.
Sebagai penutup, Meitri mengajak para jemaah pengajian untuk konsisten menghadiri berbagai majelis ilmu. Dia mendorong jemaah untuk aktif menimba ilmu dengan para Kiai maupun Ustaz yang mengajak pada nilai ketauhidan, persatuan, dan pembelaan terhadap bangsa dan negara.