Menurutnya, kader memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Keteladanan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian perlu menjadi bagian dari kehidupan kader sehingga keberadaan mereka dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Almuzzammil juga mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga berbagai potensi bencana membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian, kesiapsiagaan, serta semangat gotong royong.
“Bela negara tidak selalu berarti mengangkat senjata. Menjaga persatuan, membantu masyarakat, menjaga lingkungan, dan hadir ketika saudara kita membutuhkan pertolongan juga merupakan bentuk bela negara,” katanya.
Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Materi yang disampaikan tidak hanya membuka kembali pemahaman mengenai Empat Pilar, tetapi juga mengajak peserta melihat bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



















