Almuzzammil juga mengingatkan bahwa menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan tanggung jawab bersama yang memiliki dimensi moral dan spiritual.
“Merawat kebersamaan di tengah perbedaan adalah cerminan akhlak Islam dan sekaligus pengamalan Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai peran keluarga, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Almuzzammil berharap masyarakat Pesisir Barat semakin menyadari bahwa penguatan karakter bangsa dapat dimulai dari penguatan akhlak individu yang berlandaskan nilai agama dan kebangsaan.





















