Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Reni Astuti: Relawan Pendidikan Berperan Wujudkan Hak Pendidikan bagi Seluruh Warga Negara

Surabaya, 12 Maret 2026 — Anggota MPR RI dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Relawan Peduli Pendidikan Surabaya di Kota Surabaya, Kamis (12/3/2026) siang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Reni Astuti menegaskan pentingnya seluruh warga negara memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam memperjuangkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Semakin kuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan, maka akan semakin kokoh persatuan bangsa. Dari persatuan tersebut, kita dapat bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” ujar Reni.

Pada kesempatan tersebut, Reni memberikan apresiasi kepada Relawan Peduli Pendidikan Surabaya yang selama ini aktif mendampingi masyarakat untuk memperoleh hak-hak pendidikan yang dijamin negara.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh warga negara sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Karena itu, setiap upaya yang dilakukan untuk membantu masyarakat mengakses layanan pendidikan merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan amanat kemerdekaan Indonesia.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Apa yang dilakukan oleh Relawan Peduli Pendidikan untuk membantu masyarakat mendapatkan akses pendidikan merupakan tugas yang sangat mulia dan sejalan dengan semangat perjuangan para pendiri bangsa,” katanya.

Reni juga mendorong para relawan untuk terus berperan aktif dalam mengadvokasi masyarakat yang menghadapi berbagai kendala pendidikan. Menurutnya, masih banyak keluarga yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengakses berbagai program bantuan pendidikan yang telah disediakan pemerintah.

“Teruslah semangat memperjuangkan hak pendidikan masyarakat. Banyak program yang dapat dimanfaatkan, seperti Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, hingga berbagai program pendidikan lainnya. Kehadiran relawan sangat membantu masyarakat memahami dan mengakses program-program tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, Reni menilai bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan para relawan yang bekerja langsung di lapangan.

Di akhir kegiatan, Reni Astuti mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari gerakan penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperluas semangat gotong royong dalam bidang pendidikan.

“Generasi bangsa harus menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Mari kita jadikan semangat kebangsaan sebagai energi untuk menghadirkan pendidikan yang lebih mudah diakses, lebih berkualitas, dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Sosialisasi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan akses pendidikan yang dihadapi masyarakat Surabaya serta strategi kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi seluruh warga.

Exit mobile version