Sidoarjo, 17 Juni 2026 — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama kader PKS Kabupaten Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (17/6/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus meningkatkan kapasitas kader sebagai agen pendidikan politik di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Reni Astuti menegaskan bahwa seluruh masyarakat perlu mengenal dan memahami Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar tidak cukup hanya dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Semakin kuat pemahaman masyarakat terhadap pilar-pilar kebangsaan, semakin kokoh pula persatuan bangsa sehingga cita-cita Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera dapat diwujudkan.
“Empat Pilar Kebangsaan merupakan pedoman dalam kehidupan berbangsa. Ketika nilai-nilainya benar-benar dipahami dan diamalkan, maka persatuan akan semakin kuat dan menjadi modal utama dalam mewujudkan kemajuan bangsa,” ujar Reni.
Pada kesempatan tersebut, Reni menekankan bahwa pendidikan politik kebangsaan merupakan salah satu tugas penting partai politik beserta seluruh kadernya. Menurutnya, partai politik tidak hanya berfungsi sebagai peserta pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan literasi politik masyarakat.
“Kader partai harus hadir sebagai pendidik politik di tengah masyarakat. Pendidikan politik yang baik akan melahirkan masyarakat yang semakin memahami hak, kewajiban, dan perannya dalam proses demokrasi,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kader PKS perlu mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses penyusunan kebijakan publik, mulai dari proses perencanaan, pembahasan, hingga implementasi kebijakan yang dihasilkan pemerintah dan lembaga legislatif. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa kebijakan publik memiliki keterkaitan erat dengan partisipasi warga negara.
“Partisipasi masyarakat menjadi bagian yang sangat penting dalam proses pembangunan. Karena itu, kader PKS harus mampu menjelaskan bagaimana kebijakan publik lahir dan bagaimana masyarakat dapat berkontribusi serta mengawal implementasinya demi kepentingan bersama,” jelasnya.
Reni juga mengajak seluruh kader untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di berbagai bidang kehidupan.
Di akhir kegiatan, ia mengajak seluruh generasi bangsa, khususnya para kader PKS, untuk secara aktif mengampanyekan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.
“Jadilah penyambung nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Mari bersama-sama menyebarkan semangat Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI agar Indonesia semakin kuat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan diikuti dialog interaktif mengenai penguatan pendidikan politik, implementasi nilai-nilai kebangsaan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses kebijakan publik sebagai bagian dari pembangunan demokrasi yang berkualitas.
