Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

DPR RI Tinjau SMPTAG Surabaya, Pastikan Pemerataan Kualitas Pendidikan Sekolah Swasta

Surabaya (05/08) — Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mengunjungi SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya, Senin, 4 Agustus 2025.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh dan jajaran, Reni meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah swasta, dan mengetahui bagaimana bentuk dukungan pemerintah terhadap pendidikan non-negeri.

“Pada masa reses ini kita memilih tiga sekolah swasta, dan salah satunya adalah SMPTAG Surabaya. Saya ingin mengetahui secara langsung bagaimana kualitas pendidikan serta dukungan pemerintah daerah terhadap sekolah swasta,” ujarnya.

Reni memastikan bentuk dukungan yang diberikan pemerintah kota terhadap lembaga pendidikan swasta, baik dalam hal akses pendidikan bagi keluarga tidak mampu maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Selain itu, beberapa program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), seperti Program Indonesia Pintar (PIP), serta rencana pelaksanaan tes kompetensi akademik bagi siswa kelas 9 pada tahun 2026 juga disampaikan.

Reni berkomitmen memastikan pendidikan di Indonesia semakin berkualitas dan merata. Ia menegaskan perhatian terhadap anak-anak bangsa tidak hanya difokuskan di kota-kota besar, namun juga mencakup seluruh wilayah Nusantara.

“Tugas saya sekarang adalah bagaimana membawa pendidikan Indonesia menjadi pendidikan yang berkualitas, melahirkan anak-anak yang cerdas, anak-anak yang membawa Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh berharap agar semangat belajar siswa terus tumbuh. Ia juga mengapresiasi SMPTAG Surabaya yang mampu menunjukkan perkembangan positif sebagai sekolah swasta yang dipercaya masyarakat.

“Inilah anak-anak kita Surabaya. Mudah-mudahan selalu gembira dan ceria. Arek Suroboyo harus Wani! Belajar itu nomor satu. SMPTAG Surabaya harus bisa menjadi contoh bagi anak-anak Kota Surabaya,” terangnya.

Kepala SMPTAG Surabaya Wiwik Wahyuningsih mengatakan, kunjungan ini memberi ruang bagi sekolah untuk menyuarakan kondisi nyata di lapangan terkait pelaksanaan kebijakan pendidikan.

“Kami merasa bersyukur, berterima kasih bahwa salah satu SMP swasta di Surabaya termasuk SMPTAG Surabaya. Dalam hal ini, kami bisa menyampaikan apa yang kami alami di bawah tentang kebijakan–kebijakan dari pemerintah,” katanya.

Wiwik juga menyoroti Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 3 yang menyatakan bahwa pendidikan dasar, baik negeri maupun swasta, digratiskan. Hal ini menurutnya perlu ditindaklanjuti dengan kejelasan soal pembiayaan operasional.

“Kami bisa jelaskan kondisi di lapangan, termasuk adanya perubahan kurikulum. Kurikulum yang berubah di saat pembelajaran sudah berjalan, mestinya jauh hari dan tidak mendadak ketika jadwal sudah tersusun rapi, kemudian ada struktur kurikulum yang harus dimasukkan. Ini juga perlu kami sampaikan,” jelasnya.

Ia khawatir kebijakan penambahan jumlah sekolah negeri dapat berdampak pada animo masyarakat terhadap sekolah swasta saat penerimaan peserta didik baru. Meski demikian, SMPTAG Surabaya menunjukkan kemandirian dan daya saing tinggi.

Reni memastikan bentuk dukungan yang diberikan pemerintah kota terhadap lembaga pendidikan swasta, baik dalam hal akses pendidikan bagi keluarga tidak mampu maupun penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“SMPTAG di tahun 2025 sudah memenuhi target. Kuota kami adalah empat rombongan belajar. Dua tahun berturut-turut kami tutup pendaftaran saat SMP negeri masih belum tutup. Hingga detik ini pun masih banyak masyarakat yang mendaftarkan ke SMPTAG, meski tahun ajaran baru sudah berjalan. Ini yang patut kami banggakan,” tegasnya.

Saat ini, SMPTAG sedang mempersiapkan diri untuk menjadi Sekolah Ramah Anak tingkat nasional.

“Kami sedang mempersiapkan diri. Mudah-mudahan jika memang ada nominasi tingkat nasional, kami bisa ikut untuk sekolah ramah anak tingkat nasional,” pungkasnya.

Exit mobile version