Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Dosen Agama Islam ITERA Berikan Edukasi Parenting Islami, Dorong Sinergi Pendidikan Orang Tua dan Sekolah

*LAMPUNG —* Pendidikan anak tidak cukup hanya berlangsung di ruang kelas. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, akhlak, kedisiplinan, dan kebiasaan ibadah anak. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan *Sekolah Orang Tua Hebat SD IT Ar-Ra’uf* dengan tema *“Pendidikan Parenting Ala Rasulullah”*, yang digelar pada *Sabtu, 26 September 2026, di Gedung Aula SD IT Ar-Ra’uf*.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh *seluruh orang tua siswa, baik ayah maupun ibu, dari kelas 4, 5, dan 6*. Turut hadir *Pembina Yayasan IMTAQ Arrauf, Deasy Natalia, Amd., KKK*, serta *Kepala SD IT Ar-Ra’uf, Burhannudin, S.Pd.*

Sebagai pemateri, kegiatan menghadirkan *Ustadz Muhamad Kumaidi, M.H.I., Dosen Agama Islam Institut Teknologi Sumatera (ITERA)*. Dalam paparannya, ia mengangkat pola pendidikan anak berdasarkan keteladanan Rasulullah Saw. yang menekankan pentingnya kasih sayang, kedekatan emosional, doa, keteladanan, penanaman tauhid, disiplin, serta apresiasi terhadap fitrah dan potensi anak.

Dalam sambutannya, *Kepala SD IT Ar-Ra’uf Burhannudin, S.Pd.*, menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pendidikan di sekolah dan pendidikan yang berlangsung di lingkungan keluarga. Menurutnya, proses pendidikan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi orang tua merupakan proses belajar yang tidak pernah berhenti. Karena itu, orang tua perlu terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mendidik anak sesuai dengan tantangan zaman.

“Pendidikan anak membutuhkan sinergi antara orang tua dan sekolah. Orang tua juga harus terus belajar, karena tantangan dalam mendidik anak terus berkembang,” menjadi salah satu penekanan dalam sambutannya.

Sementara itu, Ustadz Muhamad Kumaidi menjelaskan bahwa salah satu fondasi utama pendidikan anak dalam perspektif Islam adalah *kasih sayang dan kedekatan emosional*. Anak membutuhkan kasih sayang yang nyata, bukan semata-mata pemenuhan kebutuhan materi. Hubungan emosional yang baik antara orang tua dan anak menjadi modal penting dalam menanamkan nilai agama dan akhlak.

Materi selanjutnya membahas pentingnya *doa dan keteladanan (uswah hasanah)*. Orang tua diingatkan bahwa anak belajar bukan hanya dari nasihat, melainkan juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti salat tepat waktu, menjaga adab makan, membaca Al-Qur’an, dan membangun komunikasi positif di rumah perlu dilakukan secara konsisten.

Dalam sesi tersebut, orang tua juga diajak memahami prinsip bahwa pendidikan tidak harus selalu dilakukan melalui langkah-langkah yang besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus justru dapat menjadi fondasi pembentukan karakter anak.

Aspek lain yang ditekankan adalah *penanaman tauhid sejak dini*. Orang tua perlu mengenalkan nilai-nilai ketauhidan melalui doa, ayat-ayat pendek, dan kisah para nabi dengan cara yang sederhana serta sesuai dengan usia anak. Dengan demikian, pendidikan agama tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga membentuk orientasi hidup dan karakter anak.

Pembahasan kemudian berlanjut pada *disiplin dan tanggung jawab*. Dalam pendidikan Islam, disiplin perlu dibangun melalui pembiasaan dan konsistensi. Orang tua dapat memulainya melalui hal-hal sederhana, seperti membiasakan anak merapikan barang miliknya, menjaga waktu salat, serta menjalankan tanggung jawab sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Selain disiplin, orang tua juga diajak untuk *memberikan apresiasi dan memahami fitrah anak*. Setiap anak memiliki karakter, minat, dan potensi yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu mengenali keunikan masing-masing anak dan membimbing mereka agar potensi tersebut berkembang ke arah yang positif.

Kegiatan parenting tersebut diharapkan memberikan penguatan kepada para orang tua dalam menjalankan perannya sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga. Pola pendidikan yang diperkenalkan menekankan beberapa prinsip utama, yaitu *mendidik dengan cinta, menjadi teladan Qur’ani, membangun disiplin ibadah, menanamkan tauhid sejak dini, serta menjaga dan mengembangkan fitrah anak*.

Kegiatan *Sekolah Orang Tua Hebat SD IT Ar-Ra’uf* sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi melalui kegiatan *Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Agama Islam ITERA*, khususnya dalam memberikan edukasi keagamaan dan penguatan kapasitas orang tua dalam menghadapi dinamika pendidikan anak di era modern.

Melalui kegiatan semacam ini, sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan keluarga diharapkan semakin kuat sehingga pendidikan anak dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Exit mobile version