Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Bahaya Pemberian Kopi Pada Balita dapat sebabkan kematian paling ringan iritasi lambung

Bandar Lampung, WawaiMedia – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan beredarnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan seorang ibu mencekoki bayinya yang baru berusia sekitar tujuh bulan dengan kopi kemasan. Video itu pun sontak mendapatkan banyak kecaman dari netizen, pasalnya hal ini dapat membahayakan kesehatan pada bayi.

Menurut Dr. Boy Zaghlul Zaini yang merupakan anggota Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung, pemberian kopi pada bayi dapat menyebabkan iritasi yang serius pada lambung, terlebih jika dikonsumsi terus menerus.

kandungan kafein dan kadar keasaman yang tinggi pada kopi tidak baik untuk kesehatan lambung, dan akan menimbulkan rasa perih pada lambung bayi. Kadar keasaman tersebut menurut Dr. Boy dapat menimbulkan iritasi pada lambung bayi yang bisa berakibat munculnya gejala muntah-muntah pada bayi.

“Karena kopi itu mengandung kafein, ada juga yang tingkat keasamannya tinggi, orang dewasa saja ada yang tidak bisa minum kopi. Lambungnya jadi perih dan muntah-muntah, apalagi anak-anak dibawah satu tahun yang organ-organnya juga belum berkembang sempurna,” kata Dr. Boy Zaghlul Zaini

Dr. Boy juga menjelaskan bahwa saat ini para orang tua terutama ibu-ibu muda sangat perlu diberikan pemahaman serta edukasi, karena menurutnya ini merupakan bentuk ketidaktahuan para orang tua terhadap pemberian asupan yang baik untuk bayi.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua yaitu dengan pemanfaatan media sosial dan juga pemberitaan, sehingga pemahaman masyarakat terkait kebutuhan asupan yang baik bagi anak dapat diketahui secara masif oleh para orang tua.

“Ini diakibatkan karena ketidaktahuan, kopi ini menurut nenek kita dulu mungkin termasuk minuman sehat. Jadi ini lah yang harus kita edukasi kepada masyarakat. Caranya dengan memberi pemahaman melalui media pemberitaan bahwa jangan sampai sembarangan memberi makanan atau minuman kepada bayi,” terangnya.

Selain itu dirinya juga mengimbau kepada para orang tua untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter ataupun tenaga medis jika ingin memberikan makanan atau minuman pengganti air susu ibu (ASI) kepada bayi. Menurutnya, hal ini penting untuk dilakukan agar orang tua tidak salah dalam memberikan asupan kepada anak.

“Apapun yang ingin diberikan kepada bayi yang itu diluar ASI atau pengganti ASI, alangkah lebih baiknya jika dikonsultasikan dulu dengan Dokter, tenaga medis, petugas kesehatan di posyandu, itu penting,” pungkasnya.

Exit mobile version