Legislator Sulsel ini menambahkan, Jagung merupakan salah satu komoditas penting dalam pangan nasional, dan harga yang tidak stabil dapat merugikan tidak hanya petani, tetapi juga konsumen akhir.
“Sebagai langkah konkret, saya mendesak pemerintah untuk melakukan intervensi yang lebih tegas dalam menstabilkan harga jagung di pasar. Saya mengajukan permintaan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membeli jagung dari petani dengan harga sesuai HPP yang telah ditetapkan, yakni 4200 rupiah per kilogram,” tutur Anggota Badan Anggaran ini.
Selain itu, Anggota FPKS ini menyampaikan perlunya adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menemukan solusi jangka panjang terhadap masalah harga jagung yang terus merosot ini.
“Diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi produksi, distribusi, dan pemasaran jagung agar harga dapat tetap stabil dan menguntungkan bagi semua pihak,” tegasnya.