BANJARMASINPOST.CO.ID – Komika Pandji Pragiwaksono menyikapi konten Coki Pardede dan Tretan Muslim bersama Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Pandji Pragiwaksno ikut menyentil sikap pendukung anak Joko Widodo itu.
Baru-baru ini, Coki dan Muslim mengundang Gibran dalam konten “Gibran Ngantuk Ya?!” – Tahan Sabar yang diunggah di kanal YouTube Tretan Universe pada Minggu, 18 Januari 2026.
Salah satu materi Pandji yang ramai diperbincangkan yaitu menyebut wajah Gibran yang terlihat ngantuk.
Pandji awalnya menanggapi sejumlah respons orang-orang.
Ia mengaku bingung dengan respons yang menyebut konten Coki-Muslim bersama Gibran membuat framing negatif.
“Padahal menurut gua mereka framingnya positif. Ada yang bilang, wah, Gibran lagi mencoba memanfaatkan momen untuk membuat dia kelihatan. Ada yang bilang tuh kan Gibran ternyata keren. Dia enggak marah-marah, dia enggak tersinggung gitu. Gagal kan lu menyinggung dia gitu. Padahal emang gua enggak pernah menyinggung.”
“Kalau gua ngelihatnya enggak seperti itu. Gua ngelihatnya dasarnya adalah baik Coki maupun Muslim itu sama-sama tahu Gibran itu enggak tersinggung. Jadi kenapa yang lain tersinggung? Itu poinnya,” ungkap Pandji, dikutip dari YouTube Pandji Pragiwaksono, Senin (19/1/2026).
Pandji menilai, untuk membuktikan bahwa Gibran tidak tersinggung terhadap materi komedi, Coki dan Muslim mengajak Gibran untuk membuat konten itu.
“Menurut keyakinan gua dilihat dari kontennya Muslim. Muslim kan ada konten yang Monolog tuh Muslim itu resah sama pendukungnya. Muslim bilang, lu ngapain marah-marah? Gibranya aja santai. Gibran tuh santai. Lu kenapa marah-marah?” lanjut Pandji.
Pandji juga menyebut kemarahan para pendukung Gibran sampai mengarah pada anaknya.
“Marah-marahnya nyerang anak gue. Kata mereka, makanya jangan nyerang anaknya Pak Jokowi, anak lu diserang. Tapi kan anaknya Pak Jokowi umurnya 30, anak gua umurnya 14. Yang satu masih anak-anak, yang satu sudah dewasa. Emang anak orang sih, tapi dewasa,” sambungnya.
“Nah, menurut gue Coki sama Muslim mau membuat fans-nya Gibran ini diam,” pungkasnya.
Tanggapan Gibran soal Mens Rea
Saat hadir dalam konten Coki dan Musli, Gibran mengapresiasi pertunjukan komedi tunggal Pandji Pragiwaksono, Mens Rea, yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta pada 30 Agustus 2025 lalu.
Mens Rea kemudian disiarkan secara digital melalui platform Netflix pada 27 Desember 2025.
Gibran mengaku sudah menonton Mens Rea.
“Udah, udah, udah nonton di Netflix,” ungkap Gibran.
“Dan ya kita ucapkan selamatlah ke Bang Panji ya. Mens Rea kan nomor satu. Ngalahin Jujutsu Kaisen, ngalahin Stranger Things. Ikut bangga,” lanjutnya.
Gibran juga tidak mempermasalahkan Pandji menyinggung wajahnya yang kerap terliat mengantuk.
“Ya enggak apa-apa. Buat lucu-lucuan aja. Enggak apa-apa. Santai,” ungkap Gibran.
Mantan Wali Kota Solo itu juga tidak merasa dihina fisiknya.
“Ya dari lahir bentuk bentuk matanya seperti ini, mau gimana lagi,” tambahnya.
Pandji Dilaporkan Polisi
Polda Metro Jaya menerima tiga laporan polisi dan dua pengaduan masyarakat terkait stand up comedy bertajuk Mens Rea Pandji Pragiwaksono.
Saat ini, kasus dugaan ujaran kebencian terkait stand up comedy yang dibawakan Pandji Pragiwaksono masih didalami penyelidik Polda Metro Jaya.
“Ada beberapa LP dan pengaduan yang masuk ke Polda Metro Jaya saat ini sudah tercatat 3 LP dan 2 pengaduan masyarakat yang berhubungan dengan konten tersebut,” ucap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Dari total keseluruhan laporan, tim penyelidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi dan ahli.
Pemeriksaan dilakukan terhadap pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan konten yang dilaporkan.
Adapun pemeriksaan lanjutan terhadap saksi maupun ahli lain masih akan dijadwalkan guna memperdalam substansi perkara.
“Saat ini kami sedang melakukan proses permintaan keterangan terhadap para saksi kemudian beberapa ahli yang berhubungan dengan konten yang dipublish tersebut,” ungkapnya.
Iman mengaku belum dapat mengungkap secara detail materi yang dipersoalkan oleh para pelapor.
Fokus kepolisian kini pada pengumpulan keterangan.
“Kalau berkaitan dengan substansi kami tidak jawab,” ucapnya.
Pihak kepolisian juga belum dapat memastikan kapan terlapor Pandji Pragiwaksono akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)
