Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Seruan Akademisi Lampung Atas Situasi Politik Menjelang Pemilu 2024

Seruan Akademisi Lampung

41 akademisi Universitas di Lampung mengeluarkan pernyataan kritis terkait situasi politik menjelang Pemilu 2024.

Bandarlampung – Seruan Akademisi Lampung yang terdiri dari 41 akademisi Universitas di Lampung mengeluarkan pernyataan kritis terkait situasi politik menjelang Pemilu 2024. Dalam pernyataannya, mereka menyoroti pelanggaran etika yang dilakukan oleh penyelenggara negara, yang dianggap merusak prinsip demokrasi dan mengancam pondasi penyelenggaraan negara.

Prof. Dr. Ari Darmastuti, sebagai perwakilan akademisi yang hadir, menekankan pentingnya menjaga iklim demokrasi, persatuan, dan kepentingan bersama di atas segalanya. Dia juga menyoroti gejala pudarnya keteladanan dan perilaku politik yang tidak memenuhi kaidah etika, sikap demokratis, dan rasa keadilan.

Para akademisi tersebut mengkritik sikap dan pernyataan pimpinan negara yang dinilai tidak demokratis, serta memperingatkan agar pejabat negara menjaga sikap netralitas dalam Pemilu guna mewujudkan keadilan dan demokrasi yang kokoh di Indonesia. Diharapkan, kritik yang disampaikan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat pada proses demokrasi yang adil dan bermartabat.

Berikut pernyataan akademisi Lampung:

1. Keprihatinan atas pelanggaran etika yang dilakukan oleh penyelenggara negara. Sebuah sikap yang tidak berdiri di atas kepentingan masyarakat dan bangsa.

2. Pelanggaran etika tidak hanya mencoreng citra penyelenggaraan negara yang bersih dan berwibawa, tetapi juga merugikan dan bahkan meruntuhkan hak fundamental warga negara untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil).

3. Pernyataan, sikap dan tindakan yang merusak prinsip demokrasi dan mengancampondasi penyelenggaraan negara akan menimbulkan ketidakpercayaan mendalam dan kehilangan legitimasi dalam penyelenggaraan dan hasil pemilihan umum yang demokratis dan berkeadilan

Exit mobile version