LAMPUNG — Dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan, Anggota MPR RI, Dr. H. Almuzzammil Yusuf, M.Si., melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Muzakaroh Ulama” di Aula DPW PKS Lampung, Ahad, 22 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi, bertukar pikiran, sekaligus bermusyawarah mengenai berbagai persoalan umat dan bangsa.
Dalam suasana penuh ukhuwah, Almuzzammil Yusuf mengajak para ulama dan pimpinan pondok pesantren untuk terus mengambil peran dalam membimbing umat serta menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, ulama memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Muzakaroh ulama adalah bagian dari ikhtiar kita untuk menyatukan hati, menyatukan langkah, dan memperkuat ukhuwah. Ketika ulama duduk bersama, bermusyawarah dan saling mengingatkan dalam kebaikan, insyaallah akan lahir maslahat bagi umat dan bangsa,” ujar Almuzzammil.
Ia menegaskan, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI harus dipahami dengan perspektif yang selaras dengan nilai-nilai Islam, terutama dalam menjaga kemaslahatan, persaudaraan, keadilan, dan persatuan.
“Islam mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan, menegakkan keadilan, bermusyawarah dan menjaga amanah. Nilai-nilai luhur itu harus kita hadirkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena menjaga persatuan dan kedamaian negeri juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai umat,” kata Almuzzammil.
Menurutnya, Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika perlu dipahami bukan semata sebagai konsep kenegaraan, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kehidupan masyarakat agar tetap aman, tertib, dan harmonis di tengah keberagaman.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pesantren dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif di tengah derasnya arus informasi.
“Santri harus dipersiapkan menjadi generasi yang kokoh aqidahnya, baik akhlaknya, luas ilmunya dan kuat kepeduliannya terhadap umat serta bangsa. Pesantren memiliki amanah besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Almuzzammil berharap para ulama dan pimpinan pondok pesantren terus menjadi sumber keteladanan di tengah masyarakat. Menurutnya, dakwah ulama tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menghadirkan keteduhan, persatuan dan solusi bagi berbagai persoalan umat.
“Ulama harus terus menjadi pelita bagi umat. Di tengah perbedaan, kita ajarkan ukhuwah. Di tengah persoalan, kita hadirkan hikmah. Dan di tengah tantangan kebangsaan, kita kokohkan persatuan. Mari kita jaga Indonesia dengan ilmu, iman, akhlak dan kebersamaan,” tegas Almuzzammil.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan muzakaroh sebagai tradisi umat dalam mencari jalan keluar atas berbagai persoalan melalui musyawarah, tabayyun, ukhuwah dan semangat amar ma’ruf nahi munkar.
“Kita ingin membangun kehidupan berbangsa yang diridhai Allah SWT: masyarakatnya beriman, akhlaknya terjaga, keadilannya ditegakkan, persaudaraannya kuat dan persatuannya kokoh. Insyaallah, dengan bimbingan para ulama dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan Muzakaroh Ulama tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Forum ini diharapkan semakin mempererat hubungan silaturahmi antara para ulama, pimpinan pesantren dan wakil rakyat, sekaligus memperkuat ikhtiar bersama dalam membangun umat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
