Bandar Lampung — Masjid Baiturrohim Kemiling, Bandar Lampung, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Ramadhan Bersama Al-Qur’an” sebagai upaya memperkuat kesadaran spiritual masyarakat melalui penguatan interaksi dengan Al-Qur’an selama bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang berlangsung usai shalat Subuh berjamaah ini menghadirkan pemateri Ustadz Muhamad Kumaidi, M.H.I., dosen Agama Islam Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kajian diikuti jamaah masjid dan masyarakat sekitar Kemiling dengan penuh antusiasme.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhamad Kumaidi menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ritual ibadah, tetapi momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman modern.
“Teknologi membawa banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar berupa budaya hedonisme, individualisme, dan menjauhnya manusia dari nilai-nilai moral Al-Qur’an. Karena itu, Ramadhan harus menjadi momentum muhasabah dan kembali kepada cahaya Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak umat Islam yang menjalankan ibadah secara formal, namun belum sepenuhnya menghadirkan pengaruh spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca, tetapi harus dipahami, ditadabburi, dan diamalkan.
“Ramadhan bersama Al-Qur’an bukan hanya tentang mengkhatamkan bacaan, tetapi bagaimana Al-Qur’an mampu membentuk akhlak, memperbaiki hati, dan melahirkan kepedulian sosial,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjamaah, dzikir pagi, tilawah Al-Qur’an bersama, kemudian dilanjutkan kajian dan diskusi interaktif. Jamaah juga diajak melakukan refleksi spiritual (muhasabah) untuk mengevaluasi kualitas ibadah dan hubungan dengan Allah SWT.
Pengurus Masjid Baiturrohim Kemiling menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun budaya Qur’ani di lingkungan masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah.
Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui pembiasaan tilawah harian, mengikuti kajian keislaman, serta memperbaiki kualitas ibadah selama Ramadhan.
Selain itu, jamaah mulai menunjukkan komitmen untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun sosial kemasyarakatan.
Suasana kebersamaan yang terbangun selama kegiatan turut memperkuat semangat kolektif jamaah dalam menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.
Panitia berharap kegiatan “Ramadhan Bersama Al-Qur’an” dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan ruhiyah masyarakat dan penguatan moral generasi Muslim di era modern.
“Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka momentum ini harus digunakan untuk kembali membangun hubungan yang dekat dengan Al-Qur’an agar lahir pribadi-pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Ustadz Muhamad Kumaidi.
