Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal untuk Tingkatkan Nilai Tambah

Lampung – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mendorong pengembangan hilirisasi komoditas lokal di daerahnya guna meningkatkan nilai tambahnya. Lampung memiliki berbagai komoditas perkebunan, pangan, dan hortikultura yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia, seperti tebu, lada, kakao, sawit, pisang, nanas, singkong, jagung, padi, dan sayur mayur.

Arinal Djunaidi menekankan perlunya fokus lebih dalam pelaksanaan hilirisasi komoditas lokal unggulan di Lampung untuk memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani. Ia menyayangkan jika komoditas seperti kakao yang tumbuh di Lampung tetapi pengolahan menjadi cokelat dilakukan di provinsi lain. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan hilirisasi produk lokal agar nilai ekonomi meningkat.

Gubernur Lampung juga menekankan pentingnya meningkatkan pengelolaan komoditas asli daerah dari sisi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan. Selain itu, harga komoditas pertanian harus dijaga stabilitasnya agar kesejahteraan petani tidak terganggu.

Dalam upaya mewujudkan hilirisasi komoditas lokal, Arinal Djunaidi mengajak semua pihak, termasuk peneliti, praktisi, perusahaan, dan pemangku kebijakan, untuk bekerjasama. Kerja sama ini diharapkan dapat mencapai tujuan hilirisasi dan menjaga produksi komoditas lokal, termasuk menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam bidang penyakit tumbuhan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat beberapa komoditas andalan Lampung, seperti kopi dengan produktivitas pada 2022 sebesar 118.139 ton, padi 2.688.159 ton, karet 192.395 ton, tebu 184.006 ton, dan kakao 53.991 ton. Selain itu, terdapat pula avokad, durian, jengkol, manggis, nanas, pepaya, dan pisang yang juga merupakan komoditas unggulan dari daerah ini.

Dorongan dari Gubernur Lampung ini diharapkan akan membawa dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku usaha di sektor pertanian di Provinsi Lampung.

Exit mobile version