Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Gandeng Kominfo, Komisi I DPR RI Gelar “Ngobras: Literasi Digital untuk Pemilu Aman dan Berkualitas” di Pringsewu

“Ngobras: Literasi Digital untuk Pemilu Aman dan Berkualitas”

Bandarlampung – Komisi I DPR RI menggelar “Ngobras: Literasi Digital untuk Pemilu Aman dan Berkualitas” di Auditorium Kolam Renang Paris Kabupaten Pringsewu Lampung, Rabu (7/2). Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan memiliki ujuan untuk membahas pentingnya literasi digital dalam konteks pemilihan umum yang aman dan berkualitas.

Pembukaan acara dilakukan oleh perwakilan dari Komisi I DPR RI dan Kominfo, yang menyampaikan pentingnya literasi digital dalam era transformasi digital yang sedang berlangsung di Indonesia. Mereka menyoroti dampak pandemi COVID-19 yang mempercepat penggunaan teknologi digital, sementara juga menekankan risiko yang terkait dengan konten negatif dan keamanan digital.

Narasumber pertama, Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pengerepan, , didalam videonya berbicara tentang literasi digital dalam konteks percepatan transformasi digital di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah mempercepat penggunaan teknologi digital, dan jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat. ‘Namun, perlu disadari risiko yang dibawa oleh penggunaan teknologi, termasuk konten negatif,” kata dia.

Semuel menekankan pentingnya literasi digital dalam memanfaatkan teknologi secara produktif. Ia mengakui bahwa gerakan literasi digital masih perlu ditingkatkan. “Dn tugas bersama kita adalah membekali masyarakat dengan kemampuan literasi digital agar siap menghadapi transformasi digital nasional,” kata dia.

Dirjen Aptika Kominfo juga mengapresiasi kolaborasi yang baik dalam menyelenggarakan program literasi digital, termasuk pelatihan berbasis kecakapan digital, budaya digital, etika digital, dan keamanan digital. “Program ini telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di seluruh Indonesia,” kata dia.

Semuel berharap kegiatan ini dapat mendorong terciptanya masyarakat digital baru yang lebih berkualitas dan siap membantu mewujudkan Indonesia digital. “Dengan harapan agar tuhan yang maha esa menyertai kita dalam memajukan Indonesia melalui literasi digital,” harapnya.

Kemudian anggota Komisi I DPR RI, Dr. Almuzzammil Yusuf menekankan bahwa literasi digital bukan hanya mengenai keterampilan teknologi, tetapi juga mengenai pemahaman nilai-nilai dan etika yang terkait. Beliau membahas implementasi literasi digital dalam Pemilu, dengan fokus pada transparansi, keadilan, dan keamanan dalam proses pemilihan. Pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda, melalui beasiswa dan pelatihan literasi digital juga menjadi sorotan dalam paparannya.

Selain itu, Dr. Almuzzammil memberikan contoh nyata dari daerah yang belum terjangkau oleh infrastruktur internet, seperti Baduy di tengah hutan. “Meskipun sulit diakses, pemuda di sana telah berhasil memanfaatkan ekonomi digital untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” kata dia.

Dalam konteks Pemilu, beliau menyoroti pentingnya penggunaan teknologi untuk memastikan keadilan dan keabsahan proses pemilihan. Penggunaan CCTV, rekaman suara, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mengurangi potensi kecurangan dan juga Dr. Almuzzammil Yusuf memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai urgensi literasi digital dalam konteks pemilihan umum yang aman dan berkualitas.

Lalu Zunianto, M. Pd. I., seorang anggota DPRD Provinsi Lampung, Ia mencatat bahwa Pemilu yang aman dan berkualitas sangat penting dalam era digital. Zunianto berbagi pengalaman pasca pemilu di Pangandaran, di mana ketegangan dan tekanan dapat memicu peristiwa tragis. Ia menyoroti ketidakamanan Pemilu dan meragukan kualitas wakil yang terpilih.

Zunianto juga menekankan perlunya literasi digital dalam menjalankan Pemilu yang berkualitas. Ia mendorong penggunaan teknologi dan media sosial untuk memengaruhi pemilih secara positif. Menurutnya, digitalisasi dapat menjadi alat yang efektif untuk memobilisasi pemilih dan memastikan terpilihnya pemimpin yang berkualitas.

Selain itu, Zunianto membagikan pengalamannya sebagai ketua DPD PKS Kabupaten Pringsewu. Ia menekankan pentingnya mengajak orang untuk menggunakan hak pilihnya, terutama melalui digitalisasi dan media sosial. Zunianto berpendapat bahwa pemimpin yang dipilih dengan baik dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesimpulannya, Zunianto mengajak para peserta acara untuk memanfaatkan literasi digital dan teknologi modern dalam mendukung Pemilu 2024. Ia percaya bahwa dengan kreativitas dan efektivitas dalam menggunakan digitalisasi, pemilih dapat teredukasi dengan baik dan memilih pemimpin yang amanah dan berkualitas.

M. Hadi Pranomo S. Kom., seorang praktisi Teknologi Informasi, menyampaikan urgensi literasi digital dalam konteks pemilu yang aman dan berkualitas. Pranomo menyoroti beberapa insiden penipuan dan kehilangan aset yang terjadi akibat kurangnya pemahaman tentang keamanan digital. Dia menjelaskan bahwa dunia digital memiliki sisi gelapnya sendiri, dengan adanya celah untuk tindakan jahat yang dapat merugikan individu.

Pranomo menguraikan tujuh prinsip keamanan digital, termasuk kesadaran bahwa segala hal yang dianggap aset berpotensi menjadi target ancaman. Dia memperingatkan tentang risiko kehilangan data pribadi, seperti alamat rumah atau nomor KTP, yang dapat dimanfaatkan untuk kejahatan online. Dia juga menekankan pentingnya melindungi aset digital dan kesadaran tentang berbagai jenis penipuan yang marak terjadi, seperti phising dan spoofing.

Selain itu, Pranomo memberikan delapan tips untuk mencegah penipuan digital, termasuk waspada terhadap pesan dan informasi yang tidak jelas di platform media sosial, serta memeriksa kebenaran informasi sebelum melakukan tindakan lebih lanjut. Dia juga menekankan pentingnya pendampingan dan pengawasan orang tua terhadap aktivitas online anak-anak mereka, mengingat risiko yang dapat timbul dari eksploitasi dan penipuan online.

Pranomo menegaskan bahwa literasi digital dan pemahaman akan keamanan online merupakan kunci untuk memastikan pemilu yang aman dan berkualitas. Dia memperingatkan bahwa menjelang pemilu, banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk menipu masyarakat, dan kekurangan pengetahuan tentang keamanan digital dapat berujung pada kerugian finansial yang besar bahkan kehilangan nyawa. Oleh karena itu, dia mendorong adanya kesadaran dan pendidikan yang lebih baik dalam hal literasi digital untuk melindungi diri dan masyarakat dari ancaman online.

Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta dan kesimpulan yang menggarisbawahi pentingnya literasi digital dalam mempersiapkan generasi kepemimpinan Indonesia masa depan, serta harapan untuk menciptakan keamanan digital yang lebih baik bagi anak-anak dan keluarga.

Dengan demikian, Ngobras berhasil menjadi platform diskusi yang informatif dan relevan, memberikan pemahaman yang mendalam tentang urgensi literasi digital dalam konteks pemilihan umum yang aman dan berkualitas.

Acara Ngobras telah sukses menyuarakan urgensi literasi digital dalam memastikan pemilihan umum yang aman dan berkualitas. Dengan kolaborasi antara berbagai pihak terkait, pesan-pesan tentang transparansi, keadilan, dan keamanan dalam proses pemilihan berhasil disampaikan, sementara juga menekankan perlunya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan literasi digital. Harapan untuk menciptakan generasi kepemimpinan Indonesia masa depan yang lebih siap dan teredukasi dalam memanfaatkan teknologi digital juga menjadi fokus dalam kesimpulan acara ini.

Exit mobile version