Di balik sifat humorisnya, Erika Fanny adalah sosok perempuan tangguh yang telah melawan 7 kanker ganas yang menggerogoti tubuhnya. Meskipun berusia 48 tahun, Erika telah membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi tantangan yang luar biasa.
Pada tahun 2016, Erika pertama kali didiagnosis menderita kanker rahim, yang kemudian diikuti oleh kanker indung telur, kelenjar getah bening, serviks, dan bahkan paru-paru. Semua ini terjadi dalam satu tahun yang sama. Tidak hanya itu, pada tahun 2019, Erika juga menghadapi kanker baru yang muncul di payudara dan kelenjar getah bening.
Erika mengungkapkan bahwa saat divonis menderita kanker rahim pada usia 40 tahun, kondisinya sudah mencapai stadium akhir, dan dokter meramalkan bahwa usianya hanya tinggal hitungan hari. Namun, Erika bersyukur telah berhasil melewati fase 5 tahun pertama tanpa kekambuhan kanker.
Bagi Erika, kunci kemenangan melawan kanker adalah memiliki ketenangan hati dan berdamai dengan penyakit tersebut. Dia percaya bahwa pejuang kanker harus bisa mengelola ketenangan batin, berdamai dengan sakit, dan berdamai dengan Tuhan. Menurutnya, dengan cara ini, kualitas hidup seseorang dapat menjadi lebih dalam.
Melalui kisahnya, Erika Fanny menginspirasi banyak orang untuk tetap optimis dan gigih dalam menghadapi cobaan hidup. Dia adalah contoh nyata bahwa ketangguhan dan sikap positif dapat membawa seseorang melampaui batasan yang tidak terduga.