Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Djarot Saiful Hidayat: Gagalnya Kaderisasi dan Ideologi dalam Politik

Djarot Saiful Hidayat dan Gibran Rakabuming Raka

Wawaimedia – Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, merasa gagal sebagai kader partai ketika Gibran Rakabuming Raka muncul sebagai bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Kegagalan dalam menerapkan prinsip disiplin dan ideologi dalam politik dan ketidakwujudan nilai-nilai yang diajarkan di Sekolah Partai memunculkan keprihatinan akan kondisi politik saat ini. Ini adalah refleksi dari pentingnya menjaga integritas dalam politik.

Djarot Saiful Hidayat dan Perjuangan Ideologi

Djarot Saiful Hidayat selalu menjunjung tinggi pentingnya ideologi dalam politik. Bagi seorang politisi, ideologi adalah dasar yang kuat yang memandu tindakan dan keputusan politik. Djarot telah berusaha keras untuk membangun ideologi yang kuat di PDIP.

Arti Kaderisasi dalam Politik

Selain ideologi, kaderisasi adalah aspek penting dalam politik. Kaderisasi mencakup proses pembentukan kader yang kompeten dan berkomitmen untuk memajukan tujuan partai. Djarot selalu mendukung pembentukan kader yang memiliki disiplin dan tekad.

Perasaan Gagal sebagai Kader Partai

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan perasaan gagalnya ketika melihat Gibran Rakabuming Raka menjadi bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto. Dia merasa bahwa tiga aspek yang selalu digelorakan dalam membangun ideologi dan kaderisasi, yaitu disiplin, disiplin bicara, dan disiplin teori, tidak ada dalam diri Gibran.

Djarot’s Pandangan tentang Pembangkangan

Menurut Djarot, keberadaan Gibran dalam dunia politik tanpa menjunjung tinggi tiga aspek penting tersebut merupakan bentuk pembangkangan terhadap nilai-nilai yang telah lama ditanamkan di partainya. Ia merasa bahwa kehadiran Gibran dapat merusak ideologi dan kaderisasi yang telah lama ia perjuangkan.

Prihatin dengan Kondisi Politik Saat Ini

Selain perasaan gagal, Djarot merasa prihatin dengan kondisi perpolitikan saat ini. Ia khawatir bahwa nilai-nilai yang telah ditanamkan di partainya selama ini mungkin terkikis oleh kehadiran seseorang yang tidak memegang prinsip-prinsip yang sama.

Exit mobile version