Bandar Lampung, 13 Juni 2026 — Dewan Da’wah Lampung menggelar Dauroh Tour Leader dan Muthowwif perdana di Aula Dewan Da’wah Lampung, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang diikuti 45 peserta ini bertujuan menyiapkan pembimbing jamaah umrah yang memiliki kompetensi syariah, kemampuan pendampingan, serta keterampilan manajerial dalam melayani jamaah di Tanah Suci.
Peserta dauroh berasal dari pengurus Dewan Da’wah, para da’i dan daiyah, serta masyarakat umum yang memiliki minat untuk berkhidmat sebagai tour leader dan muthowwif. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dewan Da’wah Lampung dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan jamaah umrah.
Ketua Dewan Da’wah Lampung, KH. M. Yani Marjas, menegaskan bahwa peran muthowwif tidak hanya sebatas memandu perjalanan jamaah.
“Muthowwif bukan sekadar pemandu wisata. Tugasnya membimbing ibadah jamaah agar sesuai tuntunan syariat, menjaga akidah mereka, sekaligus menjadi duta dakwah selama berada di Tanah Suci,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Materi dauroh disampaikan oleh Dr. (HC) Ikhwanul Mujahidin, Lc., M.Pd., yang membahas fiqih umrah, manasik umrah, strategi pemasaran layanan perjalanan umrah, serta manajemen tour leader dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penanganan keadaan darurat dan pendekatan psikologis terhadap karakter jamaah yang beragam.
Ikhwanul Mujahidin merupakan Direktur Utama PT Safar Wisata Madina, salah satu mitra Dewan Da’wah Lampung dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. Melalui kerja sama tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai aspek ibadah maupun teknis pelayanan jamaah.
Ketua Pelaksana Dauroh, Ust. Sumardi, mengatakan bahwa peserta terbaik tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga kesempatan magang pada keberangkatan umrah berikutnya bersama biro perjalanan rekanan Dewan Da’wah Lampung.
“Kami menargetkan lulusan pelatihan ini siap mendampingi jamaah secara profesional. Dakwah harus hadir dalam setiap tahapan perjalanan, mulai dari keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Masjidil Haram,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Salah seorang peserta, Rury, mengaku mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari ikhtiarnya untuk dapat berkhidmat kepada jamaah umrah meskipun hingga kini belum pernah berkesempatan mengunjungi Tanah Suci.
“Saya berharap Allah memberikan kemampuan untuk menolong agama-Nya melalui pelayanan kepada para tamu Allah. Semoga suatu saat Allah memudahkan langkah saya menuju Tanah Suci,” ujarnya.
Melihat tingginya minat masyarakat, panitia berencana menyelenggarakan Dauroh Tour Leader dan Muthowwif secara berkala setiap awal bulan. Program ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak pembimbing jamaah umrah yang memahami aspek syariah, pelayanan, dan dakwah secara terpadu.
