Bandar Lampung – Kegiatan Pengajian Yasinan merupakan tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat kita, baik di kota maupun di desa. Kegiatan yang rutin dilakukan secara berkelompok ini biasanya diisi dengan membaca Al Qur’an Surat Yasin, Tahlil, dan doa bersama. Selain meningkatkan keimanan, Pengajian Yasinan juga menjadi sarana yang efektif bagi warga untuk bersilaturahmi.
Meski sudah menjadi tradisi yang mengakar dan turun temurun, menurut Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bandar Lampung, Agus Mukhandar, belakangan ini orang yang bisa memimpin pembacaan Surat Yasin, Tahlil, dan doa bersama, semakin langka.
“Kalau ada undangan Yasinan bisanya yang bisa memimpin cuma Ustazd atau orang-orang tertentu saja. Jadi kalau misalnya yang bersangkukan berhalangan maka tuan rumah akan kebingungan siapa yang bisa menggantikan untuk memimpin pembacaan Yasin dan tahlil”, jelas Kyai Mukhandar, sapaan akrab Ketua DDII Kota Bandar Lampung ini, dalam pembukaan “Pelatihan Memimpin Yasinan” yang diselenggarakan DDII Kota Bandar Lampung pada Sabtu (29/7/2023).
Bertempat di Mushola Baitul Aziz, Jalan Bung Tomo No. 44 Kelurahan Gedung Air, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, pelatihan ini diikuti peserta yang berasal dari berbagai perwakilan Masjid, Mushola, dan Jamaah Yasinan di seputar Kota Bandar Lampung.
Lebih lanjut Kyai Mukhandar mengatakan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan peserta akan bisa memimpin Yasinan secara lancar di Jamaahnya. “Sehingga ke depan tidak ada lagi kelangkaan orang yang bisa memimpin Pengajian Yasinan di lingkungan masayarakat Kota Bandar Lampung”, tegasnya. Menurutnya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala untuk lebih memperbanyak lagi jumlah orag yang bisa memimpin Yasinan.
Disisi lain, Kyai Mukhandar menyatakan bahwa dengan kegiatan ini DDII atau Dewan Dakwah Kota Bandar Lampung ingin membuktikan bahwa dakwah yang dilakukannya adalah membumi dan untuk semua kalangan, bukan eksklusif untuk kalangan tertentu saja.
Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana, M. Roberto, atensi warga Bandar Lampung untuk kegiatan ini cukup tinggi. “Peserta yang mendaftar dan mengikuti melampaui target, dari alokasi 50 peserta , yang mendaftar dan mengikuti kegitan ini ada 56 orang, terdiri dari 23 orang dari kalangan Bapak-Bapak dan 33 orang dari kalangan Ibu-Ibu.
Dari pengamatan di lapangan, peserta mengikut kegiatan dengan sangat antusias karena sepertinya pelatihan ini memang merupakan sesuatu yang sangat merkea butuhkan. Narasumbernya juga sangat kompeten, yaitu Ustazd K.H. Subni Asghari, M.Pd.I, Penyuluh Agama Islam di Kota Bandar Lampung sekaligus menjadi Pengasuh salah satu Pondok Pesantren di Lampung.