Site icon Informasi Berita Rujukan Masyarakat Lampung

Almuzzammil Yusuf Serukan Kader Jadi Penjaga Persatuan di Tengah Masyarakat

Lampung Barat — Nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus hidup dalam sikap dan tindakan. Pesan itu menjadi salah satu penekanan Anggota MPR RI Almuzzammil Yusuf dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Hotel Astama, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu (29/8).

Di hadapan peserta, Almuzzammil mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan empat landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Almuzzammil, Empat Pilar memiliki posisi penting sebagai fondasi dalam menjaga Indonesia tetap berdiri sebagai bangsa yang utuh di tengah keberagaman. Karena itu, nilai-nilai tersebut harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan berhenti sebagai materi yang disampaikan dalam ruang-ruang sosialisasi.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang memiliki sumber daya, tetapi bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, semangat kebangsaan, dan persatuan harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Almuzzammil.

Ia menilai kader dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam menjaga kehidupan kebangsaan. Keteladanan di lingkungan keluarga, kepedulian terhadap masyarakat, serta kesediaan untuk bergotong royong merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

“Jangan sampai kita berbicara tentang persatuan hanya ketika berada di forum. Persatuan harus terlihat dari cara kita memperlakukan tetangga, menghargai perbedaan, membantu masyarakat, dan hadir ketika bangsa ini membutuhkan kita,” lanjutnya.

Bagi Almuzzammil, tantangan terhadap persatuan tidak selalu hadir dalam bentuk konflik terbuka. Perbedaan yang tidak dikelola dengan baik, sikap saling curiga, hingga derasnya arus informasi di ruang digital juga dapat menguji ketahanan sosial masyarakat.

Karena itu, ia mendorong peserta untuk menjadi bagian dari masyarakat yang mampu menyaring informasi, menjaga komunikasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah persatuan.

Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Siti Nurhayati, salah satu peserta, mengatakan materi yang disampaikan membuatnya melihat kembali makna Empat Pilar dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Yang paling saya rasakan adalah bahwa menjaga persatuan ternyata dimulai dari hal-hal sederhana. Bagaimana kita menghargai orang lain, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas, dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat meskipun memiliki perbedaan,” ujar Siti.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Astama menjadi momentum untuk kembali meneguhkan kesadaran bahwa kehidupan berbangsa membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman terhadap konstitusi dan dasar negara. Ia membutuhkan karakter, keteladanan, serta kesediaan setiap warga untuk mengambil peran.

Pada sesi akhir, Almuzzammil berpesan, Indonesia akan tetap kuat ketika perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk berjalan bersama.

Exit mobile version